Tidak Mungkin Menjadi Kekasih-Nya, Tanpa peningkatan Ibadah

Kertosari, NUOB – Haul ke-27 Alhafidz Almarhum Kh. Abdul Wahid Akwan sukses dilaksanakan oleh keluarga bani wahid akwan (red. Keluarga dhalem) di halaman pondok pesantren Al-anwari Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi. Sabtu (20/05) malam.

Gelaran haul ini dihadiri langsung oleh Habib Bakir bin Abdurrahman Ba’abud selaku mubaligh, Kh. Ahmad Shiddiq selaku pengasuh pesantren dan sekaligus bagian dari keluarga bani Akwan, pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Banyuwangi beserta jajaran dan banomnya, serta kepala Kelurahan Kertosari beserta jajarannya.

Dalam pidatonya, Habib Bakir menjelaskan, hal yang perlu diambil dalam setiap peringatan haul selain barakah, juga paling penting adalah dengan meneladani perjuangan dan amaliyahnya (red. yang dihaulkan) dalam kehidupan sehari-hari.

“Karena saya percaya, tidak akan seseorang menjadi kekasih Allah tanpa adanya keseimbangan dengan proses terus belajar dan mengambil sanad keilmuan dari ulama-ulama dengan tekun,” jelas Habib Bakir dihadapan ratusan hadirin yang berjubel dari kalangan masyarakat sekitar, santri, alumni, dan wali santri.

Juga tidak mungkin diangkatnya seseorang menjadi kekasih Allah, tanpa adanya peningkatan dalam menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya (red. Ibadah), lanjut Habib Bakir.

“Dan perlu diingat para hadirin dan tamu undangan yang dirahmati Allah. Sesungguhnya dengan belajar merupakan sebuah tanda akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT,” tegas Bakir dalam rangkaian acara haul yang sekaligus haflatul imtihan dan wisuda amsilati dan jus 30.

Dan ia menambahkan bahwa, pahitnya dalam melakukan perjuangan dakwah adalah satu tangga untuk menjadikan pribadi yang dicintai Allah SWT.

“Saya menukil dari maqolah imam syafii. Ilmu itu laksana garam sedangkan akhlaq laksana tepung. Ketika proses pembuatan roti, jelas kapasitas tepung lebih banyak ketimbang garam. Itu artinya seseorang harus mengoptimalkan nilai-nilai akhlaqul karimah ketimbang penguasaan ilmu pengetahuan. Karena masyarakat sulit menerima kehadiran orang yang alim tanpa memiliki nilai-nilai akhlaqul karimah,” tutup Habib Bakir.

Lebih lanjut, Kiai Ahmad Shiddiq atau akrab disapa Gus Shiddiq menyampaikan banyak terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mensukseskan rangkaian acara haul.

“Saya sampaikan terimakasih kepada para alumni, masyarakat sekitarnya, dan beberapa pihak lain yang turut berkontribusi atas terselenggaranya acara ini,” tutur Gus Shiddiq.

Karena sebelum acara haul ini, lanjutnya, para alumni menginisiasi program ngaji 100 kali hataman yang pahalanya ditujukan kepada Kh. Abdul Wahid Akwan (Muassis Pondok Pesantren Al-anwari) dengan cara mendaftarkan diri melalui online ataupun pesan sms tertulis kepada panitia.

“Kemudian dilanjutkan acara hataman Alquran bil ghoib dan bin nadhor ketika rangkaian haul yang berlangsung mulai pagi hingga sore. Dilanjutkan dengan acara inti pengajian umum haul abah saya pada malam hari,” tutur Gus Shiddiq.

“Sekali lagi saya ucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pihak. Dan kami sebagai tuan rumah mohon maaf atas segala kekurangan. Terutama bagi masyarakat sekitar yang bermukim di sekitar pesantren, jika ada santri-santri yang nakal dan memiliki tingkah laku yang kurang berkenan, kami mohon agar mereka dimaklumi,” tutup Gus Shiddiq sembari menegaskan siapa yang memberikan kebaikan untuk orang lain, niscaya Allah akan memberikan kebaikan untuk seseorang tersebut dan keluarganya. (sholeh/dir)

pernah dimuat NU Online Banyuwangi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s