PC IPNU Banyuwangi Berikan Apresiasi Dukungan Ratusan Pemuda di Festival Banjari

Banyuwangi, NUOB – Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (Stikom) Banyuwangi bekerja sama dengan Pimpinan Cabang IPNU Banyuwangi mengadakan festival Al-banjari se-Jawa Bali di halaman Stikom Banyuwangi. Ahad (30/04/2017) pagi sampai petang.

Ketua PC IPNU Banyuwangi, Yahya Muzakki mengapresiasi atas keterlibatan ratusan peserta yang didominasi dari kalangan pelajar putra maupun putri dalam acara festival banjari tahun ini.

“Saya teringat keterangan hadist yang menjelaskan, Allah bangga melihat orang tua yang ahli ibadah. Tapi lebih bangga melihat kaum muda yang ahli ibadah. Karena sudah umum orang tua ahli ibadah sebagai persiapan menuju kematian. Sebaliknya, dikalangan pemuda tidak sebagaimana diatas. Dari sini kami sangat mengapresiasi atas berlangsungnya kegiatan ini,” jelas Yahya.

Selain itu, pertimbangan dalam dukungan keterlibatan IPNU. Sadarnya manfaat dan berkah dari pembacaan sholawat baik diiringi rebana maupun tidak kepada Nabi Muhammad SAW .

“Jika orang bershalawat kepadaku, maka malaikat juga akan mendoakan keselamatan baginya, untuk itu bersholawatlah, baik sedikit ataupun banyak. Hadist diatas adalah hadist riwayat imam Ibnu Majah dan Thabrani. Ini merupakan dasar legetimasi kita untuk semangat beribadah khususnya untuk membaca shalawat,” imbuh ketua IPNU yang juga sekaligus pelajar spesialis desaign grafis.

“Apresiasi ini sebagai menyemarakkan gelaran Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan ejawantah menyambut hari pendidikan nasional tahun 2017 (Hardiknas) yang jatuh tanggal 2 Mei besok,” sambung Yahya.

Sosialisasi apa itu IPNU IPPNU juga tak kalah penting untuk diberikan kepada para hadirin yang mayoritas para pelajar dan pemuda sebagai edukasi di tengah-tengah pemanggilan no urut peserta, katanya.

Senada hal itu, Ketua UKM Rohani Islam Stikom Banyuwangi Miftah Alfian firdaus menambahkan, gelaran ini adalah momentum yang sangat tepat sekali untuk sosialisasi apa itu IPNU IPPNU dikalangan para pelajar yang hadir.

“Sebagai langkah antisipasi menangkal ideologi ajaran radikal dan terorisme yang merangsek ditengah-tengah kehidupan pelajar yang menjadi rebutan,” tutur Alfian.

“Untuk itu disetiap sela-sela pemanggilan peserta, saya mintakan waktu beberapa menit untuk menyampaikan secara global apa itu IPNU. Agar teman-teman tahu bagaimana gerakan dan ideologi yang menjadi kiblatnya,” sambung Alfian.

peserta penuh dalam rangkaian festival ini berasal dari beberapa kabupaten lain.

“Kami mengundang dari Jember, Probolinggo, Situbondo, Sidoarjo, dan beberapa sekolah dan pondok pesantren di Kecamatan Banyuwangi juga kami undang untuk dijadikan sebagai peserta penuh,” jelas Alfian.

Alfian menambahkan, sebagai bentuk apresiasi dari gelaran ini. Panitia memberikan hadiah bagi peserta yang berhasil didapuk sebagai jawara.

“Juara pertama akan mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar tiga juta rupiah, juara dua mendapatkan dua juta rupiah dan terakhir mendapatkan uang pembinaan sebesar satu juta rupiah. Trophy dan piagam juga akan disematkan kepada para jawara melalui ketua dan pengurus PC IPNU Banyuwangi,” imbuh ketua rohis asal Kertosari.

Dewan juri yang dihadirkan pada gelaran ini, perwakilan dari berbagai kota dan pondok pesantren. Diantaranya mendatangkan dewan juri dari Surabaya dan Sidoarjo. (Sholeh)

pernah dimuat NU Online Banyuwangi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s