Inilah Pokok-pokok Agama Islam

Banyuwangi, NU Online

Alumni Pondok Pesantren Al-Anwari Kertosari mengadakan pertemuan rutin satu bulan sekali. Di bulan April ini gelaran rutin dilaksanakan di kediaman Yusri Nurdian Muslim Desa Patoman Kecamatan Blimbingsari Kabupaten Banyuwangi. Kamis (14/4) malam.

Dihadiri langsung oleh pengasuh Pondok Pesantren KH Ahmad Shiddiq beserta ratusan alumni di berbagai tingkatan, mulai awal hingga kini.

Pembacaan Rotibul Haddad beserta tahlil qoshiroh merupakan rangkaian kegiatan wajib sebelum acara. Setelah itu,  dilanjutkan dengan pengajian Bandungan kitab hadist Arba’in Nawawi. Kitab yang didalamnya terdapat kumpulan hadist-hadist shahih karya Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi Ad-Dimasqi (676 H).

 

Dalam kesempatannya KH Ahmad Shiddiq atau lebih akrab disapa Gus Shiddiq menyampaikan keterangan hadist yang kedua.

Dibacakannya, hadist yang diriwayatkan dari sahabat Umar r.a: Suatu saat ketika sahabat-sahabat sedang duduk-duduk bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba datang seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih, serta rambut yang sangat hitam.

Di mana para sahabat, kata Gus Shiddiq, tidak mengetahui identitas dan jejak kedatangan laki-laki tak dikenal tersebut. Sampai akhirnya dia duduk langsung di hadapan Nabi seraya merapatkan lututnya ke lutut nabi, dan meletakkan kedua telapak tanngannya diatas paha Rasulullah SAW.

“Dan berkata; Ya Muhammad jelaskan kepadaku tentang Islam? Tanya laki-laki tak dikenal tersebut kepada Nabi. Islam ialah kamu bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah, kamu melaksanakan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan menunaikan ibadah haji (jika mampu), jawab Nabi atas pertanyaan yang disampaikan. Seketika laki-laki tak dikenal menjawab; “Kamu benar Ya Muhammad”,” kisah Gus Shiddiq yang dinuqil dari kitab Arbain Nawawi.

“Lantas sahabat-sahabat yang lain terheran-heran atas sikap laki-laki tak dikenal tersebut. Yang bertanya dan dikoreksi  sendiri,” sambungnya.

Laki-laki tak dikenal itu melanjutkan pertanyaan lain, katanya, ceritakan padaku tentang iman.

“Iman ialah engkau beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, hari kiamat, dan kepastian (takdir) yang baik dan buruk. Laki-laki itu menjawab; kamu benar,” jelas putra kedua (Alm) KH Abdul Wahid Akwan Al-Hafidz.

.Laki-laki tak dikenal itu melanjutkan pertanyaan lain, katanya, ceritakan padaku tentang ihsan.

“Kamu beribadah kepada Allah, seakan-akan kamu melihat-Nya. Jika tak kuasa, yakinlah dalam ibadah yang kamu lakukan Allah melihatnya,” imbuh Rais Syuriyah MWC NU Banyuwangi.

Laki-laki tak dikenal itu melanjutkan pertanyaan lain, kata  Gus Shiddiq, ceritakan padaku tentang hari kiamat.

“Tidaklah yang ditanya lebih tahu daripada yang bertanya. Lantas laki-laki tersebut melanjutkan pertanyaannya, ceritakan padaku tentang tanda-tandanya (hari kiamat),” imbuh kiai alumni Pondok Pesantren Darussalam (Blokagung).

Jika seorang budak wanita melahirkan majikannya, terang Gus Shiddiq, jika engkau melihat orang yang tidak beralas kaki, tidak berpakaian, miskin, dan penggembala kambing saling bermegah-megahan meninggikan bangunan.

Selepas mengajukan beberapa pertanyaan, laki-laki tak dikenal tersebut pergi.

“Hai Umar! Tahukah kamu siapa yang bertanya itu? Tanya Nabi SAW. Umar menjawab; Allah dan rasul-Nya lebih tahu,” ucap Gus Shiddiq.

Dia mengakhiri dengan melanjutkan jawaban Rasulullah SAW, Sesungguhnya dia (laki-laki tersebut) Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian. (M. Sholeh Kurniawan/Mukafi Niam)

Pernah dimuat di NU Online

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s